Monday, October 26, 2009

Hikmat, Rahsia & Khasiat Surah-Surah..

Assalamualaikum wbwt Buat sesiapa yang merasakan ada penyakit mazmumah dalam badan.

(1) BISMILLAH (Dengan nama Allah)Barangsiapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian mengejut. Dan barangsiapa membaca sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada pembaca.

(2) SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunat Subuh dan fardhunya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barangsiapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezekinya dilapangkan oleh Allah dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

(3) AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)
Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipu daya dan gangguan syaitan. Dengan membacanya seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman.
Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk sipembaca sehinggalah ke hari Qiamat.
Dan tersebut dalam hadith yang lain:Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya.
Jika sipembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid.
Imam Jaafar Shadiq r.a. mengatakan:Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.

(4) SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina)
Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanar rasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.


(5) SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)
Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin.


(6) SURAH AN-NISSA' (Perempuan)
Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.

(7) SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)
Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insyaAllah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101 dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya dia tidak akan bercakap dusta lagi.

(8) SURAH AL-AN'AM (Binatang Ternak)
Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini,dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.

(9) SURAH AL-A'RAAF (Benteng Tinggi)
Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia akan mendapat rahmat Allah.

(10) SURAH AL- ANFAL (Rampasan)
Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.

(11) SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus Perhubungan)
Barang siapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini, dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.

(12) SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca ayat 31 dari surah ini, keatas perempuan yang hamil, nescaya ia akan melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.

(13) SURAH AL-HUD (Hud)
Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat 112 dari surah ini, sebanyak 11 kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati.

(14) SURAH YUSUF (Yusuf)
Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup. Barang siapa membaca ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan mengurniakan kesolehan kepada anak-anaknya.

(15) SURAH AR-RA'D (Petir)
Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya penyakit jantungnya akan sembuh.

(16) SURAH IBRAHIM (Ibrahim)
Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida'ah.

(17) SURAH AL-IIIJ'R (Batu Gunung)
Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.

(18) SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insyaAllah akan hilang gagapnya itu. Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang-orang yang setempat dengannya.

(19) SURAH AL-KAHF (Gua)
Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, mescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.

(20) SURAH MARYAM (Maryam)
Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan akhirat.

(21) SURAH THAAHAA (Hai Manusia)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya. Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap-tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.

(22) SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)
Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s.w.t .

(23) SURAH AL-HAJ (Haji)
Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

(24) SURAH AL-MU'MINUN (Orang-orang Mukmin)
Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras,nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam dan rumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.

(25) SURAH AN-NUUR (Cahaya)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini, pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.

(26) SURAH AL-FURQAN (Pembaca)
Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah,nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.

(27) SURAH ASY-SYU A'RA (Ahli-ahli Syair)
Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.

(28) SURAH AN-NAML (Semut)
Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.

(29) SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)
Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinyaakan halus.

(30) SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)
Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.

(31) SURAH AR-RUM (Rum)
Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya.

(32) SURAH LUQMAN (Luqman)
Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat 31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.

(33) SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)
Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit ruhani dan jasmani.

(34) SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)
Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

(35) SURAH SABA' (Saba')
Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.

(36) SURAH FAATHIR (Pencipta)
Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah akan memberkati perniagaannya.

(37) SURAH YAASIIN (Hai Manusia)
Nabi kita Muhammad s.a.w bersabda : "Tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasin."Hadith yang lain mengatakan : "Barang siapa membaca surah Yaasiin kerana Allah, nescaya akan terampun segala dosanya kecuali dosa syirik.."Dalam satu hadith yang lain Baginda s.a.w bersabda :"Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul-maut, nescaya Allah s.w.t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu."Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s.a.w bersabda : "Aku ingin benar, agar surah Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku." Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali, pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya. Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan. Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu. Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andai kata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid dan barang siapa membacanya sekali pada awal pagi, andaikata ia mati pada hari itu, mesti ia mati syahid.Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat, nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur.Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh-musuhnya.Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar didapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk di amal oleh anda sekalian.

(38) SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)
Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.

(39) SURAH SHAAD (Shaad)
Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati.

Wassalam.

Ayat Al-Quran Membenteng Sihir

Apabila kita membicarakan mengenai sihir, kebiasaannya kita akan berdepan dengan tiga golongan manusia, iaitu mereka yang tidak mempercayai kewujudannya, mereka yang terpengaruh serta menggunakan khidmat ahli sihir dan mereka yang terlalu takut dengan kesan ilmu sihir sehingga tidak mengetahui apakah tindakan yang perlu dilakukan bagi melindungi diri mereka daripada terkena sihir.Apa itu sihir? Menurut Ibnu Qudamah Al-Maqdisi di dalam al-Mughni, sihir adalah ikatan, jampi, perkataan yang dilontarkan secara lisan mahupun tulisan, atau melakukan sesuatu yang mempengaruhi badan, hati atau akal orang yang terkena sihir tanpa berinteraksi langsung dengannya.

Sihir ini mempunyai hakikat di antaranya ada yang boleh membunuh, menyakiti, membuat seseorang suami tidak boleh bersama isterinya atau memisahkan pasangan suami isteri, atau membuat satu pihak membenci lainnya atau membuat kedua-dua belah pihak saling mencintai.Amalan sihir ini sebenarnya mempunyai hubung kait yang rapat dengan alam jin dan syaitan. Tukang sihir, pawang, dukun atau bomoh menjalankan ilmu hitamnya menerusi pertolongan jin dan syaitan.Ahli sihir perlu melakukan amalan syirik, khurafat dan tahyul terlebih dulu bagi bersahabat dengan jin dan syaitan yang mereka gunakan untuk melakukan kerja jahat mereka. Apabila tukang sihir meningkatkan amalan kufur maka jin dan syaitan itu akan lebih taat kepadanya dan lebih cepat melaksanakan perintahnya.Sehubungan dengan itu tukang sihir dan syaitan adalah teman setia yang saling bekerjasama dalam melakukan perbuatan yang terkutuk di sisi syarak dan ini dicela Allah SWT seperti firman-Nya: "Dan bahawa sesungguhnya adalah (amat salah perbuatan) beberapa orang daripada manusia, menjaga dan melindungi dirinya dengan meminta pertolongan kepada ketua golongan jin, kerana dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin bertambah sombong dan jahat.

" (al-Jinn: 6)Bagi sesetengah pihak, sekiranya sesuatu perkara itu tidak boleh dibuktikan mengikut kaedah saintifik maka dia akan menolaknya secara mentah seolah-olah ilmu sains itu menjadi satu cabang ilmu yang sempurna tanpa cacat-cela. Ilmu sains bukanlah sesuatu cabang ilmu yang sempurna. Sesuatu perkara itu hanya kita boleh diyakini sebagai seratus peratus benar sekiranya ia termaktub di dalam al-Quran dan Sunnah.Sihir dan alam jin ini sebenarnya termasuk dalam perkara ghaib dan bagi umat Islam perkara itu perlu dirujuk kepada nas al-Quran dan hadis.

Sekiranya sihir itu tidak wujud mana mungkin Allah SWT menyuruh kita berlindung diri daripada perbuatan tukang sihir seperti firman-Nya: "Katakanlah (wahai Muhammad); "Aku berlindung kepada (Allah) Tuhan yang menciptakan sekalian makhluk, dari bencana makhluk-makhluk yang Dia ciptakan; dan daripada bahaya gelap apabila ia masuk; dan dari kejahatan makhluk (tukang sihir) yang menghembus pada simpulan- (dan ikatan); dan daripada kejahatan orang yang dengki apabila ia melakukan dengkinya.

" (al-Falaq: 1-5).Di dalam al-Quran juga ada kisah Nabi Musa AS bertarung dengan tukang sihir Firaun. Bahkan dalam riwayat hidup Rasulullah, Baginda juga pernah terkena sihir Labid bin al-A'sham, seorang tukang sihir Yahudi seperti diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim.Bagi mereka yang terbabit dengan perbuatan sihir dan suka bertemu dengan ahli sihir seperti pawang, dukun dan bomoh, ketahuilah bawah amalan sihir ini termasuk dalam kategori dosa besar.

Nabi SAW bersabda: "Jauhilah diri kamu daripada tujuh dosa yang boleh membinasakan". Baginda ditanya: "Apakah dosa itu wahai Rasulullah? Baginda berkata: "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah melainkan dengan jalan yang benar, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran perang dan menuduh perempuan yang suci melakukan zina.

"(Hadis al-Bukhari)Sehubungan itu adalah diharamkan untuk bertemu bahkan mempercayai ahli sihir dan tukang ramal kerana ia perbuatan kufur. Sabda Baginda, "Bukan termasuk golongan kami yang melakukan atau meminta tathayyur (menentukan nasib sial berdasarkan tanda-tanda benda, burung dan lain-lain), yang meramal atau yang meminta diramalkan, yang menyihir atau meminta disihirkan dan barang siapa mendatangi peramal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sesungguhnya dia sudah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad SAW" (Hadis riwayat al-Bazzaar)Tukang sihir ini sudah melakukan kerosakan serta huru-hara di dalam sesebuah masyarakat.

Lantaran itu majoriti ulama mengharuskan hukuman bunuh terhadap tukang sihir. Akan tetapi Imam Syafie berpendapat tukang sihir hanya boleh dikenakan hukuman bunuh sekiranya dia menggunakan ilmu sihirnya itu untuk membunuh jiwa insan yang lain. Imam Syafie mengkategorikan hukuman terhadap tukang sihir ini sebagai qisas.

Dalam usaha seseorang itu untuk menghindarkan diri daripada terkena sihir, janganlah pula turut mengamalkan perbuatan yang memiliki unsur sihir atau meminta pertolongan daripada ahli sihir.

Hendaklah setiap umat Islam melindungi diri mereka daripada niat jahat tukang-tukang sihir itu dengan membaca ayat al-Quran serta doa yang diajar Rasulullah SAW.

Berikut adalah beberapa petua yang diambil daripada hadis Baginda.# Membaca ayat Kursi, iaitu surah al-Baqarah ayat 255 setiap kali selesai solat lima waktu dan sebelum tidur.

# Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Naas setiap kali selesai solat lima waktu dan membaca ketiga surah itu sebanyak tiga kali pada pagi hari sesudah solat Subuh dan menjelang malam sesudah solat Maghrib.#

Membaca dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah, iaitu ayat 285-286 pada permulaan malam.# Membaca doa,
"Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna daripada kejahatan makhluk ciptaan-Nya"
pada malam hari dan siang hari ketika ingin pergi atau masuk ke sesuatu tempat.
# Membaca doa, "Dengan nama Allah, yang bersama nama-Nya, tidak ada sesuatu pun yang membahayakan, baik di bumi mahupun di langit dan Dia Maha Mendengar dan Maha Mengetahui " -tiga kali pada pagi hari dan menjelang malam.

Menurut Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah, bacaan zikir dan permohonan perlindungan kepada Allah bagi memperoleh keselamatan dan untuk menjauhkan diri dari kejahatan sihir atau kejahatan lainnya iaitu bagi mereka yang selalu mengamalkannya secara benar disertai keyakinan yang penuh kepada Allah, bertumpu dan pasrah kepada-Nya dengan lapang dada dan hati yang khusyuk.

Oleh Mohd Yaakub Mohd Yunus

Wassalam..

Thursday, October 15, 2009

Tukang Kapak

sekadar memanjangkan....

Al kisahnya seorang jutawan telah menulis satu waiat barang siapa yg mendapat menjaganya di dalam kubur setelah beliau mati nanti akan di warisi separuh dari harta peninggalanya itu. lalu di tanya pada anak-anak semua adakah mereka sanggup menjaganya di dalam kubur nanti. lantas menjawab anak, mana mungkin kami sanggup menjaga mu wahai ayah.kerana pada masa itu ayah sudah pun menjadi mayat.

selang keesokan di panggil semua adik beradiknya.dan beliau berkata. wahai adik-adik ku sekelian sanggupkah kamu menjaga akan daku setelah aku mati nanti.bersama selama 40 hari di dalam kubur yg ku hias indah seperti banglo mewah ini.dan aku juga akan memberi setengah dari harta ku kepada di antara kamu yg sanggup bersama ku.

adik-adiknya pun menjawab.wahai abang ku adakah engkau sudah gila mana mungkin manusia sanggup bersama mayat selama itu di atas bumi inikan pula di dalam tanah. lalu dengan sedih jutawan tersebut membawa diri ke kamarnya.beliau masih bertegas dengan hajatnya yang ingin di teman di dalam kubur nanti apabila beliau sudah mati nanti.di panggil setiausahanya supaya di war war di dalam akhbar dan media akan wasiatnya itu.

dan akhirnya sampai jugalah hari di mana jutawan tersebut kembali kerahmatullah.kuburnya di hias indah dan di gali seperti sebuah banglo di dalam tanah yg mempunyai kemudahan harian selama 40 hari. dan pada waktu yg sama seorang tukang kapak yang sangat miskin telah mendengar akan wasiat tersebut lalu di beritahu kepada isterinya apakah aku perlu mengambil kesempatan ini untuk menjadi kaya.

isterinya berkata,wahai suami ku apa la sangat menjaga mayat tersebut selama 40 hari di bandingkan kerja-kerja mu di dalam hutan bertemu harimau dan hantu bajang ketika menebang kayu.lagi pun makanan di sediakan. tukang kayu tersebut dengan tergesa-gesalah ke rumah jutawan tersebut untuk memaklumkan kepada waris jutawan tersebut akan niatnya.

keesokan harinya di kebumikanlah jenazah jutawan tersebut walaupun mendapat bantahan dari orang-orang yang tahu akan agama.si tukang kapak tu pun ikut sekali turun ke dalam tanah bersama kapaknya setelah tujuh langkah para hadirin meninggalkan tanah perkuburan maka datanglah mungkar dan nangkir ke dalam kubur tersebut.

si tukang kapak yang tahu sedikit pasal agama menyedari akan siapa yang hadir itu pun menjauhkan diri dari mayat jutawan tersebut.terfikir di fikiranya bahawa sudah tiba masanya jutawan tersebut akan di soal oleh mungkar dan nangkir.

tetapi sebaliknya yang berlaku.mungkar dan nangkir telah menuju ke arahnya dan lalu berkata.
apa yang kau buat di sini.

aku menjaga mayat tersebut selama 40 hari untuk mendapat setengah harta wasiatnya.
apa harta yang kau ada sekarang aku cuma ada sebatang kapak ini sahaja untuk mencari rezeki.
dari mana kau dapat kapak ni aku membelinya lalu hilanglah mungkar dan nangkir di hari pertama di dalam kubur tersebut.

hari kedua di tanya pula,apa yang kau buat dengan kapak ni?
aku menebang pokok untuk di jadikan kayu api untuk di jual hari ketiga di tanya lagi pasal kapak tersebut pokok siapa yang kau tebang dengan kapak ni kat hutan mana ada orang punya pokok
adakah kau pasti alu hilang lagi mungkar dan nangkir hari ke empat adakah kau potong pokok tersebut dengan kapak ini ukuranya dan beratnya sama untuk di jual.

aku potong cincai-cincai je,mana boleh ukur sama rata lalu hilang dan muncul mungkar dan nankir tersebut selama 39 hari dan soalannya tetap sama berkisarkan kapak tersebut.dan di hari terakhir ke 40 datanglah mungkardan nangkir sekali lg bertemu dengan tukang kapak tersebut.

berkata mungkar dan nangkir hari ini hari terakhir aku bersama mu buat seketika tp aku akan bertanya pasal kapak ini.belum sempat mungkar dan nangkir menyoal beliau ,si tukang kapak tersebut telah melarikan diri ke atas dan membuka pintu kubur tersebut.lalu di perhatikannya begitu ramai orang sudah menantikan kehadiranya untuk keluar dari kubur tersebut.

si tukang kapak tersebut dengan tergesa-gesa keluar dan meninggalkan mereka semua dan sambil berkata ambillah korang semua harta tersebut dan aku tidak menginginkannya lagi.
sampai di rumah lalu si isteri berkata wahai suami ku di manakah setengah harta peninggalan jutawan tersebut.

maka jawab si tukang kapak.aku tidak mahukannya lagi.sedangkan harta aku yang ada kat dunia ini hanya kapak. tapi apa yang di soal mungkar dan nangkir selama 40 hari semuanya hanya pasal kapak ini.apa akan jadi sekiranya harta aku begitu banyak.bagaimana dapat aku menjawabnya.

wassalam..

--If you want something,you just go for it..if you get it, you won..but if you don't get it,you don't lostat least you have tried..it's never a shame to lost after trying..

but it is a shame if you lost without trying..sit back..and thinks about my words..and you will know..that i'm not lying"

Monday, October 12, 2009

Iktibar utk semua..

Bismillah Allahummasolli'alamuhammad wa'alaalimuhammad

Salam to ALL ,

Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur?an!? demikian bunyi pesan singkat yang beredar.

Siapa pun yang membuka Al-Qur?an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:

17.16 (QS. Al Israa? ayat 16): ?Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.?

17.58 (QS. Al Israa? ayat 58): ? Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).?

8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir?aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.?

Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir?aun dan pengikut-pengikutnya.

Ini tentu sangat menarik.

Sunday, October 11, 2009

Untuk Renungan Kita Bersama..

salam Semua..

kita sebagai ibu bapa, dan juga sebagai anak...


Kita berjumpa dengan anak-anak ketika kita sudah letih. Kita sudah hilang seri di wajah dan jiwa malah bahasa. Anak-anak juga sudah mengantuk ketika saya sampai di pintu menanggalkan kasut.

Bilakah masanya kita menumpahkan akhlak mahmudah kita kepada anak-anak?
Isteri solehah, tapi yang membesarkan anak-anak adalah pembantu rumah, guru nursery, dan entah siapa lagi. Ibu dan ayah di mana? Jawapannya mudah sahaja, SIBUK BEKERJA.

Janganlah disangka kita sudah menjadi ibu dan bapa yang baik hanya kerana makan pakai anak-anak sudah cukup. Itu hanya taraf lembu membesarkan anak-anaknya. Ibu bapa manusia ada tanggungjawab yang lebih besar dari itu. Soal makan, minum, pakaian, perlindungan, pendidikan, makanan emosi dan spiritual, semuanya mesti diharmonikan bersama bekalan yang tidak putus-putus.

Apa yang paling utama adalah soal jumlah masa yang kita luangkan bersama mereka. Sudah cukupkah untuk meyakinkan mereka, bahawa kita benar-benar kasihkan mereka?
Tetapi zaman ini, zaman membesarkan anak-anak diswastakan kepada pihak lain. Kita sibuk bekerja dan kerja tidak pernah habis. Anak buat perangai mungkin semata-mata atas dorongannya untuk mencuri perhatian kita.

Ingatlah, dalam suasana kita hari ini, dosa ibu dan bapa terhadap anak-anak, lebih besar berbanding kesalahan mereka kepada kita. Insaflah wahai ibu dan bapa, jangan mudah melenting, sebelum cukup kasih diberi.

Seandainya saya memohon kotak kosong itu kekal dikosongkan, janganlah heret saya ke suasana yang menjadikan saya tersepit. Saya ada tanggungjawab kepada anak-anak, anda juga sama. Anak-anak dan isteri saya, adalah mad'u pertama saya.

Jika kita dalam perjalanan pulang dari KL ke Ipoh , kita singgah di Tapah untuk Solat dan makan. Kemudian kita meneruskan perjalanan ke Ipoh . Tetapi selepas 15 minit memandu, baru kita tersedar yang salah seorang anak kita tiada. Ketika itu kita kelam kabut mencari U-Turn dan mulut tidak henti-henti berdoa agar anak yang tertinggal di belakang, selamat dan tiada mudarat.

Ya, jika kita tercicir anak di perjalanan dunia, kita ada jalan untuk berpatah balik menyelamatkan keadaan. Tetapi berapa ramai ustaz, doktor, polis, jurutera, pegawai bank dan kita-kita semua yang ketika dalam perjalanan memanjat tangga kenaikan pangkat, kita tertinggal isteri dan anak-anak di belakang.

Jika lebuh raya kita boleh berpatah balik. Tetapi jika mereka ditinggalkan dari Tarbiah dan didikan Islam, ketika kita tersedar yang mereka yang sudah jauh ketinggalan di belakang, apakah ada jalan pulang? Apakah ada satu lagi peluang? Jawapannya TIADA.

Jika ada lelaki atau wanita yang berjaya di dalam kerjaya, jangan lupa kepada pengorbanan anak-anak selama ini. Jangan lupa dosa kita terhadap mereka.

Saya hairan semasa membaca sabda Nabi SAW betapa tanda Kiamat itu adalah pada ibu yang melahirkan tuannya. Anak durhaka jadi kebiasaan.

Mengapa suasana begitu boleh terjadi?

Akhirnya saya membuat kesimpulan, anak durhaka di akhir zaman, bermula dengan dosa ibu dan bapa yang sibuk bekerja. What you give, you get back!

Ingatkan laah..

Puasa Enam..

PUASA ENAM : BOLEHKAH DISATUKAN DENGAN PUASA QADA

MATLAMAT puasa jika dikerjakan dengan penuh penghayatan akan dapat membentuk manusia menjadi orang yang bertakwa sebagaimana perkara ini dijelaskan oleh Al-Quran.

Di samping itu puasa juga merupakan ibadat yang istimewa di sisi Allah Subhanahu Wataala kerana setiap ganjaran atau balasan kepada orang yang berpuasa diberikan dan dinilai oleh Allah Subhanahu Wataala sendiri sebagaimana yang disebut oleh Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam, Baginda bersabda yang maksudnya :
"Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda : "Allah Subhanahu Wataala berfirman : "Setiap amalan anak Adam (manusia) adalah untuknya (dapat diperiksa sendiri dan dinilai baik buruknya), melainkan amalan puasa, maka sesungguhnya puasa itu adalah untuk-Ku (Aku sendiri yang dapat memeriksa dan menilainya) dan oleh sebab itu Aku sendirilah yang akan menentukan berapa banyak balasan yang perlu diberikan kepada mereka yang berpuasa.
" (Hadis riwayat Bukhari).

Puasa Ramadan adalah diwajibkan kepada umat Islam pada setiap tahun berdasarkan ayat Al-Quran dan hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.
Begitu juga disunatkan ke atas orang Islam berpuasa sunat atau tathawwu’ di hari atau bulan yang lain seperti melakukan puasa ‘Asyura, hari ‘Arafah, puasa di bulan Syaaban, puasa mingguan pada hari Isnin dan Khamis, puasa enam hari pada bulan Syawal yang biasanya disebut sebagai puasa enam.
Puasa enam ialah puasa yang dikerjakan dengan berturut-turut atau berselang-selang sebanyak enam hari pada bulan Syawal selepas Hari Raya Fitrah.Puasa enam itu sunat dikerjakan oleh orang yang telah mengerjakan puasa Ramadan sebulan penuh dan juga sunat dikerjakan oleh orang yang tidak berpuasa Ramadan sebulan penuh disebabkan keuzuran yang diharuskan oleh syarak seperti haid dan nifas, musafir atau orang sakit.
Manakala bagi orang yang meninggalkan puasa Ramadan dengan sengaja adalah haram melakukan puasa enam kecuali setelah selesai mengqada puasanya.
Namun ganjaran pahala puasa enam bagi orang yang tidak berpuasa penuh bulan Ramadan tidak sama dengan ganjaran pahala bagi orang yang mengerjakan puasa enam selepas mengerjakan puasa Ramadan sebulan penuh.Sunat puasa enam ini berdasarkan sabda Baginda yang maksudnya :
"Sesiapa yang berpuasa Ramadan kemudian diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang tahun." (Hadis riwayat Muslim).

Para ulama berselisih pendapat mengenai waktu atau masa mengerjakan puasa enam itu. Sebahagian besar ulama berpendapat puasa enam itu dilakukan dengan berturut-turut selepas Hari Raya mulai Hari Raya kedua dan seterusnya.
Manakala ulama muta’akhirin pula berpendapat puasa enam itu harus dilakukan secara tidak berturut-turut seperti berselang-seli dan sebagainya selama dalam bulan Syawal.
Walau bagaimanapun mengerjakannya dengan berturut-turut selepas Hari Raya adalah lebih afdal.
Mengerjakan puasa sunat sebanyak enam hari dalam bulan Syawal setelah berpuasa Ramadan sebulan penuh diibaratkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam sebagai berpuasa sepanjang tahun kerana sebulan puasa Ramadan itu menyamai puasa sepuluh bulan dan puasa enam pula menyamai dengan 60 hari atau dua bulan.
Jika dicampurkan sepuluh bulan dengan dua bulan, maka genaplah ia setahun, itulah yang dimaksudkan dengan puasa sepanjang tahun. Perkara ini dijelaskan lagi dalam sebuah hadis, sabda Baginda yang maksudnya :
"Berpuasa sebulan (disamakan) dengan sepuluh bulan puasa, dan berpuasa enam hari selepasnya (disamakan) dengan dua bulan puasa, maka kedua-duanya itu (jika dicampurkan) genap setahun."(Hadis riwayat Al-Darimi).

Berdasarkan hadis di atas juga, sebahagian ulama menjelaskan bahawa puasa enam hari dalam bulan Syawal diberikan ganjaran yang sama dengan ganjaran puasa di bulan Ramadan, kerana setiap kebajikan itu dibalas atau diberikan dengan sepuluh kali ganda. Sebagaimana juga mereka mengatakan : "Membaca Surah Al-Ikhlas itu sama dengan membaca sepertiga Al-Quran.

"KEWAJIPAN MENGQADA PUASAPuasa Ramadan yang ditinggalkan adalah wajib diqada sebanyak hari yang ditinggalkan itu sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Allah dalam firman-Nya yang tafsirnya :
"Maka wajiblah dia berpuasa sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain." (Surah Al-Baqarah : 184).

Kewajipan mengqada puasa itu tidak kira sama ada puasa itu ditinggalkan dengan sengaja atau kerana keuzuran kecuali orang-orang yang benar-benar tidak berdaya mengerjakannya seperti orang sakit yang tidak ada harapan untuk sembuh.
Mereka tidak diwajibkan mengqada puasa yang ditinggalkan itu tetapi wajib membayar fidyah sebagai ganti puasa yang ditinggalkan. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu Wataala yang tafsirnya :
"Dan wajib atas orang-orang yang tidak berdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin." (Surah Al-Baqarah : 184).

Dalam mengerjakan qada puasa ini, para ulama berpendapat bahawa orang-orang yang meninggalkan puasa tanpa uzur adalah wajib menyegerakan qada puasa tersebut.
Dan mereka tidak diharuskan bahkan haram melakukan puasa-puasa sunat termasuk puasa enam hari di bulan Syawal.
Puasa qada boleh dilakukan pada bila-bila masa kecuali pada hari-hari yang diharamkan berpuasa seperti Hari Raya Fitrah, Hari Raya Haji atau pada hari-hari Tasyriq dan sebagainya dan ia wajib disegerakan sebelum masuk Ramadan yang baru.Jika qada puasa hendak dikerjakan pada bulan Syawal ia boleh dilakukan bermula pada Hari Raya Kedua (2 haribulan Syawal).
Bagi mereka yang diharuskan meninggalkan puasa kerana keuzuran yang dibenarkan oleh syarak seperti orang perempuan yang haid atau nifas, orang sakit atau orang musafir (dalam perjalanan) dan lain-lain, sunat bagi mereka mengerjakan puasa enam sekalipun mereka masih mempunyai qada.
Walau bagaimanapun menurut para ulama ganjaran yang bakal diterimanya tidaklah sama dengan ganjaran pahala yang diterima oleh mereka yang berpuasa enam setelah berpuasa penuh satu bulan Ramadan.Berbanding dengan orang-orang yang meninggalkan puasa Ramadan tanpa keuzuran atau dengan sengaja, diharamkan ke atas mereka mengerjakan puasa enam pada bulan Syawal itu kerana mereka diwajibkan menyegerakan qada tersebut.Manakala bagi orang yang luput keseluruhan puasa Ramadan (selama satu bulan) kerana keuzuran yang diharuskan oleh syarak, jika dia mengerjakan puasa qadanya pada bulan Syawal, disunatkan (mustahab) ke atasnya mengqada puasa enam itu dalam bulan Zulkaedah.

Walau bagaimanapun, menurut ulama dia hanya mendapat ganjaran sebagaimana yang disebutkan oleh hadis Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam iaitu orang yang berpuasa Ramadan dan diikuti dengan puasa enam pada bulan Syawal diibaratkan berpuasa selama satu tahun.MENYATUKAN PUASA QADA DENGAN PUASA ENAMBagi orang yang hendak melakukan qada puasa Ramadan (meninggalkannya kerana keuzuran yang dibolehkan oleh syarak), ia boleh dilakukan sekaligus dengan puasa enam dalam bulan Syawal.

Caranya ialah orang tersebut hendaklah berniat bagi kedua-duanya iaitu puasa qada dan puasa sunat tersebut dengan tujuan bagi mendapatkan ganjaran kedua-dua sekali (iaitu ganjaran puasa qada dan ganjaran puasa sunat).

Hal ini sama seperti orang yang berniat puasa wajib sama ada puasa qada atau puasa nazar atau puasa kafarah, pada hari-hari yang disunatkan berpuasa seperti hari Arafah atau pada hari Isnin dan Khamis atau pada hari ‘Ayura dan puasa-puasa sunat yang lain seumpamanya.

Dalam menunaikan puasa tersebut, jika dia berniat kedua-duanya sekali iaitu puasa qada dan puasa sunat seperti puasa hari Arafah atau puasa-puasa sunat yang lain, maka dia akan mendapat ganjaran bagi puasa sunat dan puasa wajib tersebut.

Tetapi jika dia berniat hanya bagi puasa sunat sahaja atau puasa wajib sahaja, maka dia hanya akan mendapat gambaran bagi puasa yang diniatkannya sekalipun ia dilakukan pada hari yang bertepatan antara puasa wajib dan puasa sunat itu.

Ibnu Hajar Al-Haitami dalam fatwanya menjelaskan, mengenai orang yang berniat puasa sunat bersama puasa wajib seperti di atas dengan katanya maksudnya :"Jika diniatkan keduanya (puasa sunat dan pusat wajib) dia mendapat ganjaran bagi kedua-duanya atau diniatkan salah satu maka gugur tuntutan yang satu lagi dan tidak mendapat ganjarannya." (Al-Fatwa Al-Kubra : 2/75).

Walaupun menyatukan puasa qada dengan puasa enam itu diharuskan dan mendapat ganjaran pahala kedua-duanya, namun ganjaran tersebut tidaklah menyamai ganjaran pahala seperti yang disebut dalam hadis di atas.

Walau bagaimanapun sikap menyegarakan qada puasa itu sikap yang terpuji dan dituntut oleh syarak kerana ganjaran dan pahala ibadat puasa itu hanya Allah Subhanahu Wataala sahaja yang menilai dan menentukan berapa banyak balasan yang perlu diberikan kepada mereka yang berpuasa.

Wassalam..

Monday, October 5, 2009

Ibadat & Amalan

Assalamualaikum..

Kesilapan / Ketidak kesempurnaan dalam Ibadat & Amalan

Sejak sekolah rendah hinggalah sekarang, penceramah yg paling diminati dan dikagumi ialah Dato' Ismail Kamus..tak pernah jemu mendengar ceramah beliau..
Berikut adalah bahagian ke-3 himpunan kesilapan / ketidak kesempurnaan dalam ibadat yg dipetik daripada ceramah2 beliau:

1. Selalunya ketika kita sedang berpuasa sunat, apabila ada orang ajak makan kenduri, kita akan menolak..dengan alasan kita sedang berpuasa..sayang sgt nak bukak puasa kononnya nak dapat pahala puasa penuh..Sebenarnya, kalau dlm keadaan macam ni, adalah lebih baik utamakan utk kita bukak puasa dan pergi kenduri tersebut..kerana memperkenankan jemputan itu lebih utama daripada kita meneruskan puasa sunat tersebut…hmmm, bukak puasa pun boleh dapat pahala lebih..takkan tak nak?

2. Ramai yang menganggap Islam ini hanya pada ibadat sahaja..hukum solat, puasa, haji dijaga sepenuhnya.. tetapi hukum2 yg lain langsung tak mau ikut cara Islam contohnya bab riba, rasuah, dan sebagainya. Islam itu syumul (menyeluruh) .

3. Sesetengah masjid suka bertarhim (baca ayat al-Quran sebelum azan Subuh) dan dilaungkan kuat2 speaker tu sampai satu kampung dengar… kadang2 sejam atau setengah jam sebelum azan dah bunyi dah..HARAM hukumnya kerana mengganggu orang tidur. Kena ambil kira orang di sekeliling tu mungkin ada orang tua, kanak2 baru lahir, orang sakit, orang yg tidur semula selepas bangun tahajjud, dsb…buat apa nak kacau mereka tidur? Yang disyariatkan dalam agama adalah azan Subuh sahaja..kalau nak baca al-Quran pun baca sorang2 cukup..tak payah bagi sekampung dengar…rasa2 macam dapat pahala, rupa2nya dapat bala…Sebenarnya kalau kita sedang baca al-Quran sorang2, tiba2 kawan sebelah kita tertidur, kita kena berhenti membaca al-Quran sebab menghormati orang yg sedang tidur itu..inikan pulak sekampung?? Kalau nak bertarhim kuat2 pun agak2 dalam 10 minit atau 5 minit sebelum azan tu cukuplah..tak payah lama2…sempat la orang nk bangun bersiap2 utk ke masjid..Kalau ada AJK masjid yg baca ! ni, please advise..

4. Apabila kita hendak sembahyang, tiba2 hidangan makanan dah disediakan, makanlah dulu..ini kerana bimbang kita tak khusyuk dalam sembahyang nanti..begitu juga jika kita terlalu mengantuk, tidurlah dulu baru sembahyang.. tapi dengan syarat masih di awal waktu lah..

5. Sesetengah orang menghadapi masalah ketika hendak bertakbiratul ihram..kadang2 angkat takbir berulang-ulang kali tapi masih tak masuk niat jugak..itu cumalah gangguan syaitan sahaja..memang ada syaitan yg tugasnya khas hanya utk mengacau orang yg sedang bertakbiratul iham sahaja.. pedulikan bisikan syaitan itu, yakin dengan diri sendiri…Berkenaan dengan niat pula; niat itu bukannya dibaca dlm hati, tapi hanya lintasan dalam hati sahaja..jika dibaca, itu yg menyebabkan susah nak masuk sebab panjang sgt nak dibaca..Apa yg dikhuatiri adalah berikut: Jika anda sudah bertakbiratul ihram kali pertama dan andainya ia sudah sah disisi Allah, tapi kemudian anda ragu2 lantas anda turun semula dan takbir utk kali kedua..Takbir kali kedua itu akan menyebabkan solat anda menerusi takbir pertama tadi terbatal..dan jika anda meneruskan solat dengan takbir kedua itu, bermakna anda meneruskan solat dalam keadaan solat yang terbatal..Melainkan anda melakukan takbir kali ketiga..! Jadi kesimpulannya, make yourself firm & confident ketika takbir seelok-eloknya dapat pada takbir pertama & jgn peduli dengan bisikan syaitan..

6. Terdapat segelintir imam yg berdoa selepas solat akan memulakan doa dengan "Hamdan hamidin", "Hamdan zakirin", atau "Hamdan syakirin".. Bunyinya memang sedap, tapi dari segi nahu bahasa arabnya salah…ini kerana terdapatnya huruf Alif Lam pada perkataan kedua di setiap bacaan tersebut.. Jadi yg sebetulnya harus disebut begini: "Hamdal-hamidin" , "Hamdaz-zakirin" dan "Hamdasy-syakirin" . (p/s: huruf z adalah huruf zal).

7. Menurut mazhab Shafie, mesti terdapat 7 anggota yg menyentuh tanah ketika kita sedang sujud iaitu dahi, kedua2 tapak tangan, kedua2 lutut dan kedua2 PERUT ibu jari kaki (hidung sunat sahaja)..yang nak ditekankan di sini adalah berkenaan perut ibu jari kaki, bermakna ibu jari kaki mestilah dilentikkan ketika sujud barulah perutnya boleh mencecah tanah..terdapat ramai orang yg kakinya menegak sahaja tanpa dilentikkan.
Ketika sujud..tak sah solat kalau macam tu..lagi satu yg selalu mesti diperhatikan ialah ketika sujud sebelum tahiyat akhir, ada yg dah standby siap2 dah kakinya disilangkan seperti tak sabar2 hendak duduk tahiyat akhir..itu pun tak sah juga solatnya..berjaga2. ....jangan disebabkan hal yg kita anggap remeh camni menyebabkan solat kita tak diterima oleh Allah..

8. Di bulan puasa, orang kita rajin menghantar kuih2 atau juadah2 ke rumah jiran..memang bagus sekali..tapi silapnya di mana? Orang kita selalu mengharapkan dibalas juadah tadi..itulah silapnya..niat dah lari..Kalau menghantar kuih-muih ke rumah sebelah, niatlah kerana Allah..jangan mengharapkan dibalas..kalau dibalas itu rezeki lah..

9. Apabila kita bersolat di tempat yg limited space tapi ramai orang, contohnya di surau R&R, dalam kapal terbang, dan sebagainya, sesudah kita solat, terus aje bangun utk bagi ruang kpd orang lain utk solat..tak payah nak berwirid la, doa panjang2 la, sembahyang sunat ba'diah la, ape la..sebab lebih utama utk kita bagi orang lain peluang utk solat, menunaikan perkara wajib berbanding kita nak buat perkara2 sunat..lebih2 lagi kalau waktu maghrib sebab waktunya pendek..kat R&R ramai orang camni..
10. 10. Menunaikan haji sememangnya adalah rukun bagi kita..tetapi kita kena pandai menyusun keutamaan..contohny a jika kita dah cukup duit nak pergi haji tahun ni, tiba2 ada saudara kita yg jatuh sakit memerlukan kos perubatan yg tinggi, kita kena tangguhkan dulu pergi haji tu..guna duit tu utk membantu saudara kita..itu yg dituntut dalam Islam..

11. Jika kita hendak sembahyang sunat, tiba2 ada tetamu datang rumah, kita kena tangguhkan sembahyang itu dan pergi layan tetamu dulu..itu yg lebih utama..contohnya apabila selesai solat zohor, kita hendak solat ba'diah, tiba2 ada tetamu datang..tangguhkan solat ba'diah tu dan pergi layan tetamu dulu..selepas dah selesai baru buat solat ba'diah.. dan jika dah tak sempat, solat ba'diah zohor boleh diqada selepas solat asar.. walaupun selepas asar dah tak boleh solat sunat lagi, tetapi jika utk qada solat ba'diah zohor boleh..kerana ini pernah dibuat sendiri oleh nabi..tapi itu pun jika ada hal yg tak dapat dielakkan..kalau saja2 nak qada tak boleh..

Sebagai kesimpulan kepada point2 di atas, kita hendaklah pandai menyusun keutamaan dalam beribadat..utamakan yg lebih utama..jika kita gagal mengutamakan yg lebih utama boleh menyebabkan ibadat kita sia2 sahaja, malah sesetengahnya boleh mengakibatkan dosa pula..
Manusia selalu heboh mencari sesuatu yg bakal ditinggalkan, tak dihebohkan utk menyiapkan sesuatu yg bakal dibawa….. Renung-renungkanlah ... --

السلام عليكم وارهمتو الله هيوابركتاوه <>Time is like a river, you cannot touch the same water twice, because the flow that has passed will never pass again, Enjoy every moment of life.