Wednesday, September 2, 2009

Muhasabah Diri

Assalamualaikum wht..

Allah Azzawajalla berfirman dalam Al-Quran yang mafhumnya;
Syaitan itu menjanjikan kepada mu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat jahat. (Surah Al-Baqarah, ayat 268)

RasulAllah SAW bersabda;
Dalam hati ada dua bisikan: Satu bisikan dari malaikat mengajak kepada kebaikan dan mempercayai akan kebenaran. Barangsiapa yang merasakannya, ketahuilah ianya dari Allah SWT dan hendaklah (mereka) memuji kepadaNya, yang lainnya bisikan dari musuh (syaitan) mengajak kepada kejahatan dan mendustakan kebenaran, dan bahkan melarang kebaikan. Barangsiapa yang menemukannya, hendaklah segera memohon perlindungan kepada Allah dari Syaitan yang terkutuk.

Al-Hasan mengatakan, terdapat dua bisikan yang muncul didalam hati. Bisikan dari Allah dan bisikan dari Syaitan. Maka Allah mengasihi orang yang tegak pada bisikanNya. Jika bisikan itu dari musuh, ianya mesti diperangi!

Jabir bin Ubaidah al-Aduwi berkata, “Aku mengadu kepada al-Alla bin Ziyad, aku tidak menemukan bisikan diriku”. Al-Alla berkata, “Sesungguhnya hal itu ibarat rumah diterjang angin. Jika ada sesuatu disitu, akan diterjang, tetapi jika kosong, maka akan dilalui begitu sahaja. Yakni bahawa hati yang tidak dibelengu oleh hawa nafsu, syaitan tidak akan dapat mengganggunya”. Oleh kerananya Allah SWT berfirman yang mafhumnya;

Sesungguhnya hamba-hambaKu tidak ada kekuasaan bagi engkau atas mereka.
(Surah al-Hijr, ayat 42)

Maka setiap orang yang mengikuti hawa, nafsunya menjadi tuhannya.
(Surah al-Jasiyah, ayat 23)

Amr bin Ash berkata kepada Nabi SAW, “Wahai RasulAllah, syaitan telah menghalangi antara aku dengan solat dan qiraah ku”. RasulAllah SAW bersabda:
“Syaitan itu hendak memperdaya. Jika dia hendak merayumu, hendaklah engkau memohon perlindungan darinya dan meludah kekiri tiga kali”.
Amr berkata, “Lalu aku melakukannya, pada Allah mengusir syaitan itu dariku.”

Dalam hadis ini, “Bahawa dalam wudhuk ada syaitan yang disebut ‘al-Wilhan’. Mohonlah perlindungan kepada Allah darinya. Tidak akan berhenti syaitan menghasutmu kecuali dengan mengingat sesuatu selain yang dibisikan. Tapi segala sesuatu, selain Allah dan yang berhubungan denganNya boleh menjadi tempat bisikan syaitan.”

Untuk melawan bisikan syaitan, ialah dengan mengingat kepada Allah SWT dan memohon dijauhkan darinya. Ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bertaqwa.

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa, jika mereka disentuh oleh syaitan yang mengelilinginya, mereka segera ingat lalu mereka melihat (kebenaran)”.
(Surah al-A’raaf, ayat 201)

Tentang firman Allah SWT, “Dari kejahatan bisikan syaitan yang pergi dan yang datang”. (Surah An-Naas, ayat 4). Mujahid mengatakan bahawa syaitan itu (kerjanya) sentiasa mengintip hati. Jika (seseorang itu) segera ingat kepada Allah SWT, dia (Syaitan itu) akan pergi. Namun jika hati itu lalai dari mengingati Allah, dia (syaitan itu) akan terus menggoda. Antara ingat kepada Allah dan bisikan syaitan seperti antara cahaya dan kegelapan, antara siang dan malam, iaitu saling bertentangan.

“Mereka telah dikuasai syaitan, lalu dia melupakan mereka dari mengingat Allah”.
(Surah al-Mujahadah, ayat 19)

Anas berkata, “RasulAllah SAW bersabda: Sesungguhnya syaitan meletakkan belalainya dihati manusia. Jika dia mengingat kepada Allah, belalai itu akan ditarik kembali. Namun jika dia melupakan Allah, ditutupilah hatinya”.

Ibnu Wadih mengatakan,”Jika seseorang telah berumur 40 tahun, tetapi tidak bertaubat juga, maka syaitan mengusap muka orang itu dengan tangannya sambil berkata: Inilah orang yang tidak beruntung”. Jika syahwat telah membengkokkan daging dan darah manusia, maka demikian juga kekuasaan syaitan akan mengalir dalam daging dan darahnya. Ia juga menguasai hati dari segala darah. Oleh kerananya, Rasulallah SAW bersabda; “Syaitan itu berjalan disetiap pembuluh darah manusia. Maka berhentikan perjalanannya dengan berlapar, kerana lapar dapat memecahkan syahwat sebagai tempat jalannya syaitan menyerang hati”.

“Aku akan duduk (mengintip) mereka diatas jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku datang memperdayakan mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka”. (Surah al-A’raaf, ayat 16 ~ 17)

RasulAllah SAW bersabda, “Syaitan itu selalu mengawasi manusia. Ketika dia masuk islam, syaitan berkata; Apakah engkau masuk islam dan meninggalkan agamamu dan agama nenek moyangmu?”. Dia tidak mengendahkannya, lalu masuk islam. Ketika dia berhijrah, syaitan berkata, “Apakah engkau hendak berhijrah dan meninggalkan tanah airmu?” Dia tidak memperdulikannya. Ketika dia berjihad, dia (Syaitan) pun berkata, “Apakah engkau hendak berjihad yang selalu menyebabkan terkorban jiwa dan harta, engkau terbunuh, isterimu kahwin lagi, dan hartamu dibahagi-bahagikan!” Dia tetap tidak peduli dan terus pergi berperang. Maka barangsiapa yang berbuat demikian, jika mati, pasti Allah akan memasukkan dia kedalam syurga.”

Rujukan
Terjemahan Kitab Mukashafah al-Qulub, karangan Imam al-Ghazali.

`Dan ketika Tuhanmu memaklumkan: 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’ (Surah Ibrahim: Ayat 7)
`Dan taatilah Allah dan RasulNya, jika kamu adalah orang-orang yang beriman’ (Surah al Anfāl : Ayat 1)
`Apa yang diberikan Rasul kepada kamu, maka ambillah ia, dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah’ (Surah al Hasyr : Ayat 7)
`Hidup ini penuh nikmat, zahirkan kesyukuran kita dengan amal sebelum menjelma kematian. Semoga ianya memberi manfaat untuk kita ambil iktibar dalam menjalani kehidupan seharian. Matinya hati ini bila seseorang itu tidak dapat mengenal lagi sahabatnya yang bernama Tahajjud, Witir dan Tasbih’
Akhirat itu hampir. Yang menjauhkannya adalah kemewahan dunia.
_

No comments:

Post a Comment